Adab Ketika terkena Musibah/Bencana/ Penyakit

Jika seseorang Terkena musibah atau sakit maka mereka akan melakukan 2 hal =

1) MENGINGAT DOSA DAN BERHARAP AMPUNAN DARI ALLOH.

Jika ia melakukan ini, maka baginya :

A. Penghapusan Dosa

B. Bertambahnya kebaikan

C. Mendapatkan Ridho Alloh

2) PUTUS ASA DAN TIDAK TERIMA SERTA MENGELUH.

Jika seseorang melakukan tindakan kedua ini, maka ia akan memperoleh :

A. Bertambahnya dosa

B. Berkurangnya kebaikan pada diri-nya

C. Mendapatkan murka Alloh Ta’ala.

Jikalau kita tertimpa musibah atau penyakit maka kita punya 2 Pilihan, Pertama : Menjadi Orang beruntung, Kedua : Menjadi orang yg merugi.

Berbicara masalah musibah.

Siapakah orang yg paling banyak menerima Musibah ?

Jelas, Orang-orang Sholih dan Para Anbiya’

Musibah terbesar di Alami oleh Para Nabi tapi mereka dapat “menyulap”, MUSIBAH menjadi ANUGRAH.

Karena dengan Adanya Musibah mereka merasa mendapatkan “perhatian” dan Ampunan dari Alloh Ta’ala.

Bersabarlah dan tetap berharap ampunan dari Alloh Ta’ala!

Al Magfurlah Gus Dur Dawuh :

Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)

Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Sayidina Umar Bin Khotob Rodhiallohu Anhu

ان صبرت مضى امر الله و كنت مأجورا و ان جزعت قضى امر الله و كنت مأزورا

“Bila kamu sabar tetap berlalu ketentuan (takdir) Alloh sedang kamu diberi pahala dan bila kamu mengeluh (juga ) tetap berlalu ketentuan (Takdir) Alloh sedang kamu mendapat dosa “

Syaikh Ibnu athoillah al askandary Rodhiallohu Anhu berkata :

“ ارحْ نفسَك من التدبير فما قام به غيرَك عنك لا تقم به لنفسِك “

“ Tenangkanlah jiwamu dari urusan kebutuhan dunia, sebab dijanjikan oleh Alloh maka jangan-lah kau ikut memikirkan “

Dawuh Baginda Muhammad shallalohu alaihi wasallam :

لو انكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدوا خماصا و تروح بطانا

“Seandainya kamu semua bertawakal kepada Alloh dan berserah diri sepenuhnya maka kamu akan mendapat rizqi seperti rizqinya burung-burung diwaktu pagi-pagi dalam keadaan lapar dan kembali dengan perut yang kenyang “

Adapun Adab kita, ketika melihat orang yang terkena musibah/bencana/penyakit adalah :

1) Membantu sekuat semampu kita baik pikiran, harta atau tenaga.

2) Mendoakan kebaikan dan kesembuhan.

3) Di Sunahkan berdoa ini supaya musibah tersebut tidak menimpa kita (di baca sirri) :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

(Sunan At-Tirmidzi, no. 3431 atau dalam kitab mirqotul mafatih ala syarh misykatul mashobih, hadits no 2430 )

#Filosofi_GituAjaRepot

#Suwuk_NUsantara

#PrayForDonggalaPalu

#PrayForLombok

#JRA

#Ruqyah_Aswaja

” Adab Ruqyah lebih penting daripada Ilmu Ruqyah, So Ajarkan Marqi untuk selalu bersabar dan berharap ampunan dari Alloh Ta’ala ”

www.ruqyahaswaja.com

Yakinlah, Tak mungkin Alloh memberi cobaan di luar batas kemampuan kita, kita pasti bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.