Jin Itu Tidak Sakti

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibumi ini, maka secara logika saja sebenernya gak pantes-lah manusia takut pada Jin meskipun Jin mampu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan manusia, Jin juga mampu menjelma menjadi sosok yg menakutkan dan mengerikan. seperti “Hantu” yang sering kita lihat di TV2.

 

Dalam menyikapi hal ini, alangkah baiknya kita memahami Sabda Kanjeng Rasululloh Shallohu Alaihi wasallam ;

 

لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ

 

Tidak ada penyakit yg menular, tidak ada Shafar (kematian dikarenakan penyakit cacing perut) yg terjadi dgn sendirinya,, dan tidak ada HANTU… (HR.Muslim no.4116)

 

Maksud “HAAMAH” ( atau dalam Istilah masyarakat kita sering disebut “Arwah Gentangan/Hantu) dlm hadits tsb adalah roh orang mati yg gentayangan sebagaimana kepercayaan arab jahiliyyah dulu, dan bukan dimaksudkan untuk menafikan adanya bangsa jin (menganggap Jin tidak ada), karena kebanyakan dari mitos yg menyatakan asal usul hantu dengan berbagai versi dan istilahnya sudah ada dan berawal dari amalan jahiliyyah dan animisme.

 

Lalu bagaimana menurut islam menyikapi tentang PENAMPAKKAN HANTU yang sering tersebar beritanya dan media masa ?

 

Diriwayatkan dari Imam Suyuti Berkata al-Qadhi abu Ya’la bin Hussein bin Farra’ RA :

 

و لا قدرة للشياطين علي تغيير خلقهم و الانتقال في الصور و إنما يجوز أن يعلمهم الله تعالي كلمات و ضروبا من ضروب الأفعال إذا فعله و تكلم به نقله الله تعالي من صورة إلي صورة…فيقال: إنه قادر علي التصوير و التخييل علي معني أنه قادر علي قول إذا قاله و فعله نقله الله عن صورته الي صورة أخري بجري العادة ، و أما أنه يصور نفسه فذلك محال، لأن انتقالها عن صورة إلي صورة إنما يكون بنقض البينةو تفريق الأجزاء و إذا انتقضت بطل الحياة…

 

Setan-setan TIDAK MEMPUNYAI KEMAMPUAN untuk mengubah wujud mereka, dan meniru bentuk lain, Tetapi mereka hanya diajarkan Allah Ta’ala beberapa kalimat dan jurus, Jika mereka mengamalkan dan mengucapkan kalimat tsb, Allah akan mengubah wujudnya ke bentuk yang lain, Seakan akan dapat dikatakan bahwa kemampuan setan untuk merubah wujud terjadi jika ia mengucapkan kalimat-kalimat atau mengamalkan jurus-jurus tsb, maka Allah akan merubah mereka menyerupai bentuk makhluk lain sbagaimana yang sering terjadi!! Sedangkan jika mereka sendiri yg ingin mengubah wujudnya, maka hal itu merupakan sesuatu yg MUSTAHIL ! Karena proses perubahan wujud dari satu bentuk ke bentuk yg lain bisa terjadi setelah ia MENGHANCURKAN DIRINYA dan MENCERAI BERAIKAN ANGGOTA TUBUHNYA, dan jika wujudnya hancur maka ia akan MATI.

 

(Kitab Uqod Al Marjan Fiima Yata’allaqu Bil Jaan Hal. 40)

 

Pendapat beliau dikuatkan pula oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah:

 

إن الغيلان ذكرواعند عمر ابن الخطاب فقال: إن أحدا لا يستطيع أن يتحول عن صورته التي خلقه الله عليها ولكن منهم سحرة كسحرتكم. فإذا رأيتم ذلك فأذنوا…

 

Sungguh ada sesosok HANTU yang muncul di hadapan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, maka beliau berkata: “Sesungguhnya TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT MENGUBAH DIRINYA DARI BENTUK ASLINYA, TAPI MEREKA (bangsa jin) MEMILIKI TUKANG SIHIR SEBAGAIMANA TUKANG SIHIR KALIAN (manusia), jika kalian melihat mereka, hendaklah kalian mengumandangkan ADZAN..” (Fathul baari jilid 6 hal.344)

 

Ulama Syafi’iyyah, yakni  Imam Nawawi RA berkata ;  “TIDAK ADA HANTU, ADANYA ADALAH “AS-SU’ALAA”. Maksud “ As-Su’alaa “ adalah golongan PENYIHIR dari bangsa JIN.

 

Jadi, Hantu itu tidak ada. kalau ada penampakan maka itu adalah ulah “Mbah Dukun” dari bangsa Jin. Untuk menjelma aja Jin butuh “Tirakat” dan “membaca matra/rapelan”, ia harus bekerja keras untuk menampakkan diri dengan wujud jelma’an-nya (bukan wujud Asli). Untuk menjelma aja ia harus “bersusah payah” kok, ini adalah bukti bahwa JIN ITU TIDAK SAKTI .

 

Dan bukti bahwa JIN ITU TIDAK SAKTI adalah Ia TIDAK MAMPU menguasai orang-orang beriman dan orang yang bertawakal kepada Allah SWT.

 

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

 

” Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.” ( An-nahl : 99)

 

So, semakin orang itu suka bermaksiat, semakin mudah pula bagi bangsa Jin untuk menguasai manusia (merasuki/menampakkan diri dihadapan-nya).

 

Ini Ajakan kami, praktisi Jamiyyah Ruqyah ASWAJA  (JRA) kepada kaum muslimin terutama kaum Nahdliyin, Selanjutnya terserah anda ….

 

Ayo Ngaji Bareng Poro Kyai, Ojo karo MUKIDI … !!!

La MUKIDI iku lho Sopo !! Mosok Yo Mbah-mbahan_e JIN ? wkwkwkwk

Hikmahnya :

 

Maka jadi roqi jgn merasa suci, karena memang Praktisi JRA tidak semuanya sembuh dari ketempelan. Nah yg keserang balik itu ada beberapa kemungkinan :

 

1) Niatnya Kliru, misalkan niat membunuh jin, menganiaya jin.

2) Portal Ghaib Roqi masih ada, jadi ada “ruang” untuk nyerang balik.

3) Belum sembuh dari “ketempelan”, misal jk roqi habis ngruqyah seakan akan ada yg mengikuti itu mksudnya “memang ia belum sembuh dari ketempelan”.

4) Menambahi tehnik Ruqyah tanpa Izin, Contoh membaca Hizib ketika Ngruqyah. Hizib boleh dibaca setelah/ sebelum Ruqyah tpi ketika posisi jin datang (Ruqyah) maka Hizib kurang pas untuk dibaca, bisa jadi malah Over Dosis, sehingga memungkinkan seorang Roqi di serang balik, Kesurupan setelah Ruqyah dll.

 

Jika tdk memiliki ciri di atas, Insyaalloh Aman walau Roqinya Mantan Preman sekalipun.

 

Waspada memang penting dan suatu keharusan, namun jika ada statement yg mengendorkan ruh Dakwah Ruqyah maka saya bertanggung jawab untuk merespon.

 

Tanpa sadar, Postingan smpyn telah di Copas di group2 cabang yg lain (Jember, dll) sehingga anggota yg lain, merasa kwatiran/takut sehingga semangat mereka kendor dan membuat mereka Salah paham sehingga terjadi Salah kaprah.

 

Ingatlah Wahai Para Ruqot: Takut adalah salah satu Pintu masukkanya setan (Madakhilus syayathin), Kalau Kalian semua takut menjadi Tukang Suwuk maka jangan jadi Roqi, Jadi Tukang nyekel Supritaan ae

 

Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.