JRA adakan Halal bi Halal, Seminar Interaktif dan Pelatihan Metode Lanjutan. Ini Materi yang akan dibahas

Dalam suasana lebaran tahun ini, banyak paraktisi Jam’iyyah Ruqyah Aswa (JRA) dari berbagai kota yang sowan silaturahmi ke Mujiz JRA Gus Allama Alauddin di kota Tuban. Mendengar banyak kisah dan harapan dari para praktisi itulah, tak lama kemudian tercetus keinginan adanya acara Halal Bi Halal untuk para anggota JRA.

Tak butuh waktu lama, harapan dari banyak praktisi ini pun matang, maka diadakanlah acara Halal bi Halal dan Seminar Interaktif dengan tema “Suwuk Aswaja dan Perannya Sebagai Benteng Aqidah Ahlussunnah Wal Jam’ah di Nusantara”, seminar ini akan menghadirkan Dewan Pakar Aswaja NU Center KH. Ma’ruf Khozin dan salah satu Pembina Yayasan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja KH. Anwar Syafi’i sebagai narasumber.

“Tentu acara ini sangat baik, mengingat jumlah anggota JRA secara keseluruhan diperkirakan sudah sampai 12.000. Selain sekedar saling mengenal, upgrade keilmuan tentang ruqyah sangat diperlukan untuk tambahan wawasan bagi para praktisi JRA” ujar Gus Wahab, ketua Pengurus Pusat JRA pada beberapa waktu lalu.

Sekedar bocoran dari panitia penyelenggara, pada seminar ini akan dibahas tema-tema terkait beberapa permasalahan, misalnya bagaimana meng-counter Ruqyah ‘minhum’ yang seringkali menyesatkan amaliyah Nahdliyyin seperti Tahlil, Istighotsah, pembacaan hizib dan lain-lain dalam prosesi ruqyah mereka. Permasalahan lain yang dibahas juga terkait masalah-masalah fiqih seperti mangadakan ruqyah massal di Masjid sementara ada beberapa marqiyyah yang sedang berhalangan, dan masih banyak ilmu yang insya Allah akan didapatkan dari acara ini.

Acara yang terbatas hanya untuk Praktisi JRA ini akan diadakan pada tanggal 23 Juni 2019 di Aula PWNU Jawa Timur ini juga akan dilanjutkan dengan Pelatihan lanjutan mengenai Metode Akhdzul Lawa’i dan metode-metode terbaru lainnya yang akan langsung disampaikan oleh mujiz JRA Gus Amak.

Dalam status facebook beliau, Gus Amak juga memberikan sedikit bocoran terkait materi pelatihan lanjutan yang akan disampikan, diantaranya; Perbedaan Gendam, Hipnoterapy dan Akhdzul Lawa’I; Cara meruqyah penyakit A’in yang berkamuflase menjadi penyakit Kanker Otak, kelenjar getah bening; Bila ada kasus seseorang terkena gangguan psikis dan gangguan jin, mana yang harus didahulukan penanganannya dan bagaimana cara meruqyahnya; apa saja kelemahan praktek “mediumisasi” bila di praktekkan dalam pengobatan; dan masih banyak metode lain yang insya Allah akan beliau sampaikan.

Mengingat akan banyaknya praktisi yang akan datang dari berbagiai daerah, panitia penyelenggara menyiapkan penginapan untuk bermalam di gedung PW Ansor di Area PWNU Jawa Timur. Panitia juga menyampaikan agar mempermudah koordinasi, para praktisi yang berkeinginan untuk menghadiri acara ini diharapkan untuk segera melapor ke PC masing-masing yang kemudian nanti akan dilaporkan ke Panitia Pusat.

Berikut susunan acara Seminar dan Pelatihan Metode Terbaru :

07.00 – 08.00              : Registrasi

08.00 – 09.00             : Pelantikan Pengurus Wilayah

09.00 – 11.30              : Seminar Interaktif (Narasumber: KH. Ma’ruf Khozin dan KH. Anwar Syafi’i)

11.30 – 12.30              : Ishoma

12.30 – Selesai            : Pelatihan Akhdzul Lawa’i, Metode Ruqyah Lanjutan, penutup dan doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.