JRA adalah Persembahan kader Muda NU (PKPNU) untuk Masyarakat dan Dunia.

Surabaya – Pelatihan Praktisi Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) digelar untuk yang ketiga kalinya berlangsung di Kantor PCNU Kota Surabaya, Rabu 4 April 2018.

Menurut Ketua Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Surabaya Mufrohul Walidein, kegiatan ini di luar target JRA. Peserta begitu membludak sehingga Aula Kantor PCNU Surabaya penuh.

“Sebanyak 130 orang mereka berasal dari berbagai daerah tidak hanya di Surabaya saja, tetapi ada yang dari Situbondo, Sampang, Pamekasan, Gresik, dan Lumajang bertujuan untuk menciptakan para praktisi ruqyah di lingkungan Surabaya dan sekitarnya,” ujar Mufrohul.

Kegiatan yang berlangsung dimulai pukul tujuh hingga tengah malam yaitu pukul 12 malam. Materi yang diberikan terbagi dua, ada teori dan praktek.

Di antara materinya adalah sejarah dan hukum ruqyah,kaidah pengobatan dalam Islam, cara meruqyah penyakit medis dan non medis, tanda-tanda manusia diganggu bangsa jin, Mengetahui seluk beluk Sihir dan terapinya, serta tahapan berinteraksi dengan bangsa jin.

“Setelah mereka diberi pengetahuan dan teori peserta langsung mempraktekkan dengan cara ruqyah mandiri (Ruqman),” lanjut Gus Ong panggilan akrabnya.

Pendiri dan Pembina Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Gus Allamah A’lauddin Shiddiqy atau yang akrab disapa Gus Amak sebagai fasilitator tunggal. Gus Amak sebelum memulai praktek ruqyah berpesan ; ” Ruqyah ini harus diniatkan dakwah dengan Al-Quran, sebab Al Quran adalah obat yang pertama dan utama bagi semua makhluq.”

“Kalimat Makhluk di sini masih umum, jadi Al Quran tidak hanya mengobati manusia saja, melainkan bisa mengobati bangsa jin, hewan dan semua makhluk ciptaan Allah SWT,” kata Gus Amak.

Menurut Magister Pendidikan Islam ini, berdakwah itu hukumnya wajib dan saling tolong menolong antar sesama adalah sebuah keharusan sebagaimana yang kita yakini selama ini.

“Ketika ada orang sakit di sekitar kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu mendoakanya, ketika dia sembuh maka kita dapat pahala karena kita mendoakan menggunakan alquran, bahkan ketika dia matipun misalnya kita juga dapat pahala, karena kita dalam ruqyah membaca ayat-ayat Al-Quran, yg di tiap hurufnya ada sepuluh kebaikan sebagaimana sabda Rasululloh Saw dlm sebuah hadits” kata Gus Amak. (rofii/onk)

*Berita ini juga dimuat di:

1) NU Online :

http://www.nu.or.id/…/ruqyah-aswaja-al-quran-obat-utama-dan…

2) Santri News :

http://www.santrinews.com/…/Sejumlah-Paktisi-Dibekali-Ruqya…

3) Lintas Jatim :

http://lintasjatim.com/…/752-ketua-pcnu-surabaya-ruqyah-asw…

Leave a Reply

Your email address will not be published.