JRA di Jawa Barat Mulai Menunjukkan Taring

Subang, NU Online

Ruqyah merupakan pengobatan utama dan pertama yang sesuai dengan syariat Islam. Sebab dalam Al-Isra ayat 82 disebutkan bahwa Al-Qur’an sebagai syifa, yaitu obat yang akan menyembuhkan segala penyakit.

Demikian disampaikan Kiai Asep Rukmana Nuruzzaman selaku Ketua Pengurus Cabang Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hal tersebut dikemukakannya saat memberikan sambutan pada kegiatan ruqyah massal kerja sama JRA Subang, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Subang dan Majelis Wakil Cabang NU Purwadadi. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami Al-Muhajirin, Majasari, Pagon,Purwadadi, Ahad (2/9)

Menurutnya, dalam Bahasa Arab, walaupun kata syifa dan dawa secara sekilas mempunya arti yang sama yaitu obat, namun secara substansi memiliki perbedaan makna. “Syifa pasti akan menyembuhkan, sedangkan dawa bisa menyembuhkan bisa juga tidak. Untuk itu, Al-Quran menyebutnya sebagais syifa, bukan dawa,” jelasnya.

Dalam pandangannya, ruqyah sebagai pengobatan utama dan pertama karena bisa mengobati semua penyakit, baik medis maupun non medis. Sedangkan ilmu kedokteran hanya bisa mengobati penyakit medis. “Jadi, kita harus yakin dengan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an,” urainya.

Ditambahkan, di kalangan masyarakat masih ada kesan bahwa ruqyah identik dengan kesurupan, padahal sesungguhnya tidak demikian. Kalaupun terjadi kesurupan saat diruqyah, biasanya karena pasien tidak bisa mengimbangi jin yang ingin keluar dari tubuh.

“Jika pasien kuat dan mampu mengimbangi pergerakan jin, tentu tidak akan kesurupan paling hanya merasakan mual-mual dan harus segera dimuntahkan agar jin dan semua penyakit bisa keluar,” jelasnya.

Lebih jauh, hal yang harus selalu diingat bahwa yang menyembuhkan semua penyakit adalah Allah SWT, bukan bacaan Al-Qur’an maupun peruqyah. “Sebab peruqyah dan bahkan dokter sekalipun tidak bisa menyembuhkan, semuanya hanya menjadi wasilah atau perantara dan hakikatnya yang menyembuhkan itu yakni Allah SWT,” terangnya.

H Edi Supriadi selaku Ketua PC LKNU Kabupaten menyampaikan bahwa jika umat Islam mengamalkan ajaran agama akan terus sehat. “Misalnya sabar, tawakal, tidak mudah marah, tidak menggunjing orang lain dan sebagainya, insya Allah akan terbebas dari berbagai penyakit medis maupun non medis,” katanya.

Dia mengajak peserta menjaga PHBS yakni Pola Hidup Bersih dan Sehat. “Selain itu juga kita harus bisa menjaga hati, pikiran dan sikap agar terhindar dari hal negatif,” tutupnya. (Aiz Luhfi/Ibnu Nawawi)

Sumber ; http://www.nu.or.id/post/read/95248/ketua-jra-subang-ruqyat-pengobatan-utama-dan-pertama

One Reply to “JRA di Jawa Barat Mulai Menunjukkan Taring”

Leave a Reply

Your email address will not be published.