Kaligrafi Detektor Non-Medis ala JRA vs penganut Deisme di Turki

Beberapa hari lalu ketika di Turki, saya bertemu dengan teman yang lagi studi di Turki, sebut saja namanya Sudrun. Dan Sudrun ini mempunyai pacar orang Turki yang menganut Deisme.

Penganut deisme itu mengakui adanya Tuhan, tapi tidak dalam bentuk tuhan sebagaimana yang dipahami oleh agama-agama. Apalagi soal hal-hal ghaib, seperti jin, mereka sama sekali ga percaya. Lebih jelasnya soal deisme, silahkan tanya mbah google.

Nah, mas Sudrun ini sejak awal kedatangan saya di Turki sering bersama saya. Dan sudah saya jelaskan bahwa dia itu terindikasi ada gangguan jin. Diagnosa saya ini tentu setelah ia menceritakan banyak hal tentang dirinya. Setelah saya suwuk, alhamdulillah mas sudrun sangat jauh lebih sehat setelah sebelumnya entah berapa plastik kresek dia muntah-muntah, pebedaannya sangat jelas dengan sebelum disuwuk.

Mendapati keadaan seperti itu, mas sudrun pun bercerita kepada pacarnya yang seorang deis tadi bahwa dia terindikasi ada gangguan jin dan banyak perubahan setelah disuwuk. Mendengar penjelasan mas sudrun, tentu saja pacarnya tertawa dan tidak mempercayainya.

Mas Sudrun sebenarnya ingin sekali mempertemukan saya dengan pacarnya itu, ya walaupun tidak untuk nyuwuk paling tidak saling bertukar pikiran, mengingat menurut mas sudrun, pacarnya ini intelek sekali soal perbandingan ajaran-ajaran dalam banyak agama karena memang doyan baca buku.

Kemduaian Mas Sudrun memperlihatkan foto pcarnya ke saya di HP, dan dengan teknik yang pernah diajarkan Gus Amak, saya mengatakan bahwa perempuan ini juga ada indikasi gangguan jin di tengkuknya.

Mendengar penjelasan saya seperti itu, mas sudrun pun ceritabkepada saya, bahwa sebelum saya suwuk, setiap bertemu dengan pacarnya entah kenapa dia tiba-tiba lemas dan bahkan nyaris pingsan dan muntah seolah dapat serangan dari sesuatu yang dia tidak pahami. Ini selalu terjadi.

Saya pun bilang ke mas sudrun, coba kamu kirimi pacarmu kaligrafi detektor non-medis ala JRA via wassap, lalu telpon dia dan jelaskan cara penggunaannya untuk mendeteksi adanya si imut.

Kaligrafi detektor JRA sering saya gunakan untuk secara instan mendeteksi adanya gangguan si imut. Ada banyak reaksi yang saya temukan ketika mempraktekkannya, bahkan banyak juga yang hanya menatap kaligrafi ini dengan cara tertentu yang saya arahkan langsung kesurupan karena jin nya tak kuat menahan panas.

Setelah mas sudrun menjelaskan ke pacarnya sebagaimana arahan saya, Nggak begitu lama, pacar mas sudrun yang tidak percaya adanya jin itupun mengeluh tengkuknya sakit dan berat sekali. Kejadian ini tengah malam. Hingga paginya ia masih mengeluh tengkuknya yang terasa berat sekali hingga membuat dia lemas.

Saya pun menyampaikan ke mas sudrun, itulah hebatnya al-Quran. Walaupun sekedar tulisan kaligrafi dua ayat khusus saja bisa mendeteksi gangguan non medis kepada penganut deisme sekalipun yang notabene gak percaya dengan hal ghaib.

Pacar mas sudrun sebenarnya semakin penasaran, ia yang tadinya tidak percaya dengan hal-hal ghaib, keyakinannya mulai tergoncang hanya dengan kaligrafi detektor ala JRA. Dia sebenarnya mengajak bertemu, namun waktu tidak memungkinkan karena saya harus segera balik ke tanah air.

Semoga dia, dan kita semua mendapat hidayah dari Allah dan diistiqomahkan dalam agama Islam hingga wafat nanti.

Jangan sampai dalam hati kita ada setitik saja perasaan meremehkan ayat al-qur’an seolah tidak percaya dengan Kalam Allah ini!.

Mbah Gopar

Di tulis di Singapore, 8 april 2019

One Reply to “Kaligrafi Detektor Non-Medis ala JRA vs penganut Deisme di Turki”

  1. Subhanallah rihlah rohani yang luar biasa, dapat mematahkan seorang kutu buku yang tidak percaya adanya dunia gaib. dengankaligrafi Detektor para jin menjadi panas terbakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.