Reaksi Penggunjing ketika di Ruqyah

Dua tahun yang lalu, saya diundang satu keluarga di daerah Cilacap untuk meruqyah satu keluarga sekaligus yang kata mereka ada gangguan sihir. Seorang ibu2 tidak mau ikut diruqyah, dia ahli tahajjud, ahli puasa. Namun saya melihatnya tidak nampak cahaya tahajjud dan puasa di wajahnya. Saya beristighfar dalam hati dan berkata dalam hati, ” jangan buruk sangka dengan orang lain apalagi dia ahli ibadah, astaghfirullah al ‘adhim “.

Ruqyah pun kami mulai, dan saya lihat ibu itu yg tidak mau ikut diruqyah terlihat gelisah, entah apa karena efek dari bacaan yg saya baca atau kah krna yg lainnya.  Pada saat saya mbaca surat al Hujurat ayat 12, ibu itu reaksi mual. Lalu saya ulangi lagi ayat tsb smpai tiga kali, maka ibu itu muntah, sy melihatnya cairan yg kecoklatan dan cukup banyak. Padahal ibu itu tidak memejamkan mata karena memang tidak mau ikut diruqyah. Menjelang akhir bacaan ruqyah, dua orang lainnya pun reaksi muntah.

Setelah selesai meruqyah, saya tanya satu persatu dari hasil proses ruqyah tadi, bgaimana reaksi dan rasa yg dirasakan mereka tadi yg muntah. Dua orang yg muntah terindikasikan ada gannguan sihir. Namun yang seorang ibu tadi yg lbh dahulu muntah, enggan berbicara. Tidak lama dia pergi begitu saja..

Menurut pandangan saya, ibu itu reaksi pada saat saya membacakan surat al Hujurat ayat 12 yang menyinggung soal larangan mengghibah. Maka saya tanyakan kepada keluarga di situ, dan memang benar dari kesaksian mereka ini, bhwa ibu yg tadi suka menggunjing tetangganya terutama keluarga ini. Saya jadi teringat kisah dua orang wanita yg berpuasa dan hampir mati karena kehausan lalu muntah darah dan daging manusia :

Bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada dua orang wanita yang berpuasa, lalu ada yang menceritakan perihal keduanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, di sini ada dua orang wanita yang berpuasa, keduanya hampir mati karena kehausan.” Ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam malah berpaling dan tidak menggubrisnya. Orang itu pun datang lagi kepada beliau dan kembali menceritakan kejadian tersebut. Dia berkata, “Wahai Rasulullah keduanya hampir mati.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Panggil keduanya.” Akhirnya kedua wanita itu pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta untuk diambilkan sebuah ember, lalu beliau bersabda, “Muntahlah!” Maka salah satu dari keduanya pun muntahh, ternyata dia memuntahhkan air nanah bercambur darah sehingga memenuhi setengah ember. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada wanita yang satunya untuk muntah, dan dia pun memuntahkan nanah bercampur darah sehingga ember itu penuh, lalu beliau bersabda, “Kedua wanita ini berpuasa dari apa yang dihalalkan oleh Allah namun malah berbuka dengan yang diharamkan oleh-Nya, keduanya duduk-duduk untuk makan daging manusia.”

Saudaraku, berhati-hatilah dari membicarakan kejelekan orang lain meskipun di media sosial apalagi sampai memfitnah apalagi dia ahli ibadah terlebih lagi jika dia seorang ulama ataupun wali Allah.

 

By : Ibnu Abdillah Al-Katibiy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.