Ruqyah, Keyakinan atau Akal-akalan?

” قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَشِفَآءٌ ”

Ada orang bertanya, ruqyah kok bisa membuat peredaran darah lancar, gimana caranya?

Ga perlu di jawab … cukup tanyakan balik pada dia…
Percaya pada nabi ga? Percaya pada qaul2 nabi ga? Apakah yg diajarkan nabi itu dianggap sesuatu yg tidak ada faidahnya dan tdk bermanfaat?

Ini bukti dari nabi :

Ketika nabi punya keluhan kesehatan, nabi membaca al ikhlas, al falaq, dan an nas

فَعَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهَا – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ… الْحَدِيث (مُتَّفَقٌ عَلَيهِ).
Ketika keluarga nabi ada yg sakit, dibacakan al ikhlas, al alaq, dan an nas, lalu ditiupkan

وَكَانَ رَسُولُ الله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهَ نَفَثَ عَلَيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ”. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Ketika menjenguk orang sakit, juga berdoa pada Alloh
وكقوله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: “مَنَ زَارَ مَريِضًا فَدَعَا لَهُ سَبْعًا: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيكَ، إِلَّا شَفَاهُ اللهُ”.

Sahabat mengeluh menderita sakit, lalu oleh nabi diperintahkan meletakkan tangan di area yg sakit, lalu baca bismillah 3x, lalu membaca a’udu billahi min syarri ma ajidu wa uhaadzir. 7x

وَمَا ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ مِنْ حَدِيثِ عُثْمَانَ بنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ، أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَجَعًا يَجِدُهُ فِي جَسَدِهِ مُنْذُ أَسْلَمَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

perlindungan dgn mengusapkan tangan kanan pada area yg diperlukan dgn membaca DOA allohumma robban naas … dst
وَفِي الصَّحِيحَينِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ، يَمْسَحُ بِيَدِهِ اليُمْنَى وَيَقُولُ: «اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»
lalu juga dgn doa bismillahi yubriika..
dst
Bahkan ketika nabi sakit, sempat juga diruqyah oleh malaikat jibril

وَكَقُولِهِ أَيضًا: «بِاسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ»، كَانَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِذَا اشْتَكَى رَقَاهُ جِبْرِيلُ بِذَلِكَ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ..

Bahkan seorang yg sakit parah (yg akhirnya meninggal) juga diperlakukan sama dgn al ikhlas, al falaq annas, ditiupkan ditangan dan diusapkan, dgn alasan dari tgn itu besar berkahnya

فَعَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهَا – قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا مَرِضَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُهُ بِيَدِ نَفْسِهِ، لِأَنَّهَا كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي» رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

DAN MSH BANYAK LAGI LAINNYA …

Tidak ada di hadits di atas, memilah2 antara sakit kena jin setan, atau sakit tertentu, di hadits itu hanya disebutkan SAKIT, dan terapinya, semuanya dgn doa dan quran

Sehingga, jika ruqyah bisa melancarkan peredaran darah, atau penyakit2 lain yg seakan tdk msk akal dan sembuh dgn ruqyah,
Itu sah2 saja, dan sangat mungkin sembuh, apapun keluhannya, ga perlu ditanyakan bagaimana bisa?
Cukup diimani saja lah .. lalu dilakukan …

Jadi saya heran sama org yg menafikan ruqyah punya efek positif
Bahkan sebagian mengira bahwa ruqyah itu berefek karena membawa unsur hipnotherapi, jadi sesungguhnya yg berperan adalah hipnonya, bukan bacaan ruqyahnya. Baginya, tanpa ada unsur hipno, ruqyah tdk ada efek apapun

Naif sekali ..

Intinya …..
Terapi selain ruqyah silahkan, ikhtiar memang banyak macamnya … promosi ikhtiar terapi yg macam2 silahkan juga… dgn tidak mencibir terapi model lainnya, akan lbh terhormat …

Malah lbh bagus lagi, tetep mengedepankan ruqyah, lalu mensinergikan dgn terapi lainnya …
Tapi RUQYAH JANGAN DITINGGALKAN, harus jadi terapi UTAMA DAN PERTAMA

Sayyid alawi al maliki dawuh
خذ من القران ما شاء لما شاء
“Ambillah dari qur’an, apapun, dan utk tujuan apapun”.

MENYEPELEKAN dan MERENDAHKAN MARWAH RUQYAH .. bukanlah sikap yg bisa dibenarkan.

Oleh : Ust. masrur, Sekjen PP. YJRA

Leave a Reply

Your email address will not be published.