Tahlil dan Istighotsah Sebagai Penangkal Santet

Suatu ketika saya tak sengaja, melihat tayangan Liga Paranormal. Ada seorang wanita yg terkena santet, bahkan salah satu keluarganya ada yang meninggal karena santet tersebut.

Ia datang ke acara minta bantuan team liga paranormal untuk membantunya, 3 paranormal terkena “serangan balik” dan tersungkur ke lantai padahal mereka sudah mengeluarkan jurus “kamehame”-nya.

Menurut penuturan Kang Sholeh Pati, santet yg masuk ke tubuh wanita tersebut adalah santet wanita itu sendiri, dimana santet ini berbalik menjadi “senjata makan tuan” tidak hanya menyerang wanita tersebut namun sepupunya juga terkena imbasnya, ia di rasuki sosok wanita berambut “krebo” katanya.

Para pemirsa angry bird yg budiman.

Sebenarnya tidak semua orang mudah terkena sihir, santet masuk ke seorang yg perbentengan dirinya tdk terlalu kuat dan masuknya santet ke tubuh manusia karena 4 pintu ;

1) Marah.
2) Kesedihan.
3) Ketakutan.
4) Ghoflah (pikiran kosong dari dzikrulloh).

Mempercayai Santet dapat membunuh seseorang sama halnya percaya bahwa Ruqyah menyembuhkan seseorang ?

Sama sama Syirik, Ini Akidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA).

Taukah Anda ?

Sebenernya bagi Warga Nahdliyin, bacaan “Tahlilan” atau “Istighosah” Ala KH Romli Tamim Peterongan Jombang yang sering di kumandangakn ketika acara-acara ke-NU-an bisa untuk mengobati orang yang terkena santet.

Pertanyaanya, pemirsah Spengebob yg unyu2.

Bagaimanakah cara mengoptimalisasikan Energi Alqur’an untuk menghilangkan santet ?

Apakah bener santet bisa berbalik menjadi “senjata makan tuan” ?

Bagaimana mengobati santet secara mandiri tanpa berpanggu tangan pada paranormal bahkan peruqyah sekalipun ?

Seberapa besarkah dosa seorang yg menyantet ?

Ayo ikuti pelatihan ruqyah ala Aswaja an-Nahdliyyah!.

Leave a Reply

Your email address will not be published.