Testimoni: Ini Beda Ruqyah Minhum & Ruqyah Aswaja

Sebelum kenal dengan JRA saya pernah kena gangguan sihir dan diruqyah oleh peruqyah dari kelompok lain. Alhamdulillah Allah memberi kesembuhan. Tetapi yang saya kurang suka adalah bagian akhirnya yang menjelekan amaliyah warga Nahdlyin. Bagi saya siapapun peruqyahnya tidak masalah selama Al Qur’an yang dipakai untuk wasilah kesembuhan. Karena ada kurang kecocokan saya coba browsing ada tidak praktisi ruqyah di NU. Lalu ketemu dengan link ruqyahaswaja.com.

Saat itu saya berusaha untuk menjalin komunikasi dengan sekretarisnya untuk mencari info lebih jauh tentang JRA. Selang beberapa bulan saya kena gangguan sihir lagi. Awalnya saya tahan saja bahkan menikmati setiap rasa sakit yang saya terima. Setiap malam harus muntah darah setelah ruqyah mandiri. Selesai ruqyah mandiri badan terasa enteng tapi hanya beberapa menit lalu terasa sakit lagi. Niat saya ingin menjadikan rasa sakit ini sebagai pelebur dosa, tetapi istri saya tidak tega melihat kondisi saya yang selalu muntah darah dan anak saya yang masih bayi sepertinya terkena dampak sihir ini. Tiap malam selalu nangis dan ga bisa ditenangkan.

Sampai suatu ketika ada kawan yang pernah berjuang di IPNU silaturahmi ke tempat saya. Waktu itu saya lagi ruqyah mandiri. Saya sudahi dulu ruqman dan menemui kawan saya ini. Lagi asik ngobrol saya sudah ga tahan lagi menahan mual sehabis ruqman sebelumnya lalu muntah darah di hadapan kawan saya ini. Kawan saya kaget lalu membantu memijat pundak saya sambil membacakan ayat Kursi. Selesai muntah saya tanya apa dia bisa ruqyah. Ternyata kawan saya ini salah satu praktisi JRA hasil pelatihan di Cilacap. Singkat cerita saya pun diruqyah dengan dibantu praktisi yang lain. Alhamdulillah sihir yang dikirim ke saya bisa sembuh atas ijin Allah dan buhulnya pun ditemukan.

Ada perbedaan ketika diruqyah oleh kelompok yang lain dengan JRA.

  1. Waktu diruqyah kelompok lain, sesudahnya badan saya pegal-pegal bahkan sampai 4 hari tidak hilang pegalnya. Sedangkan oleh JRA sehabis ruqyah saya masih bisa bergerak bebsa dan tidak merasa pegal.
  2. Ada misi untuk mengajak warga NU agar meninggalkan amaliyah yang mereka bilang bid’ah, sedangkan di JRA tidak ada embel-embel menjelekan amaliyah kelompk lain
  3. Tidak ada prosesi mendakwahi jin agar masuk Islam jadi langsung main bakar dan perlawanan, sedangkan di JRA ada proses mendakwahi jin agar masuk Islam dan tidak ada unsur pemaksaan sehingga proses keluarnya jin terasa ringan tidak ada perlawanan.

Sampai sekarang saya memutuskan untuk ikut berjuang bersama JRA team Wijaya kusuma cilacap ditingkat kecamatan. Walaupun hanya berbekal ijazahan dari Kyai saya belum dari Gus Amak, tapi saya yakin keberkahan dari Gus Amak mengalir melalui praktisi yang lain. Semoga suatu saat saya bisa silaturahmi dengan Gus Amak.

Muhamad Syahrudin

JRA Team Wijaya Kusuma Cilacap – PAC Kecamatan Majenang

2 Replies to “Testimoni: Ini Beda Ruqyah Minhum & Ruqyah Aswaja”

Leave a Reply

Your email address will not be published.