Tim Ruqyah Kewalahan hadapi Marqy

Testimoni Ruqyah Massal di PP “Darut Tauhid” Bangil 8 Maret 2017.

Ruqyah massal ditangani oleh 2 Tim dari Tim RASA (JRA Surabaya) dan El Paidi (JRA Pasuruan)

PP Darut Tauhid Pa

Kegiatan Ruqyah Massal diawali dengan pembacaan Maulid Diba’. Setelah pembacaan Maulid Diba’ selesai lalu dilanjutkan sambutan dari Kyai Imam Haromain selaku shohibul bait dan ketua El Paidi Yai Hafidz (Pasuruan).

Dalam rapat koordinasi dengan para pe-roqi kedua Tim Ruqyah. Disepakati memakai 3 metode ruqyah, yaitu :

  1. Metode duduk
  2. Metode berdiri
  3. Metode air asmaan sebagai perbentengan diri pasca ruqyah massal….

Metode penyembuhan dengan Al-Qur’an ini begitu ditunggu oleh Santri, terbukti dengan antusiasme Santri yang tinggi untuk bisa mengikuti acara Ruqyah masal ini, hingga peserta ruqyah massal mencapai kurang lebih 150 orang. Sedangkan jumlah peroqy 8 orang

Setelah masuk pada sesi permulaan Ruqyah Masal, baru pada tahap metode pertama, sudah banyak peserta yang berjatuhan (kerasukan jin)  serta banyak pula yang muntah. Kerasukan ini bukan efek dari ruqyah, akan tetapi karena peserta yang kerasukan itu sudah ada tanda kena gangguan jin sejak sebelumnya, akan tetapi karena efek ruqyah, sehingga jinnya berontak dan merasuki serta menguasai jiwa si Marqiy (orang yang diruqyah) tersebut.

Untuk menghindari kegaduhan dan kepanikan peserta ruqyah masal yang lain, akhirnya peserta yang jatuh karena kerasukan langsung dievakuasi diruang evakuasi yang telah disiapkan oleh panitia. Dengan sigap seluruh anggota tim Roqiy langsung bergerak tanpa diberi komando (dengan kemampuan sebisanya – karena sebagian peroqiy belum mahir) langsung menangani di ruang evakuasi tersebut.

Ustadz KHOLIL dari Team RASA Surabaya yang pada waktu itu sedang menangani satu marqy (peserta ruqyah) perempuan yang  jin-nya tidak mau keluar dengan lantang langsung memerintahkan jin-nya keluar.

“Keluarlah wahai jin yang ada dalam tubuh si A, Jika tidak mau keluar kan ku gendong dikau” walhasil setengah ketakutan di barengi dengan hitungan kesepuluh alhamdulillah jin-nya lari terbirit2… (ntah kalau jin-nya cowok mau gendong atau tidak). (becanda…. biar slow dulu…hehe)

Di seberang juga terlihat Yai Hafidz, Mr Onk, Ust Zaky dan Ust Mustofa (Anggota Team Roqy) sedang berusaha menyadarkan marqy. Kang Sonhaji yang awal tugas adalah dokumentasi dan notulen marqy sampai lupa dengan tugasnya karena banyaknya peserta yang bermasalah. Sedangkan saya sendiri meneruskan memimpin peserta membaca ayat2 ruqyah…

Tiba pada saat pelaksanaan metode yang kedua yaitu Ruqyah dengan Metode  Berdiri, saya sendiri memimpin ruqyah sambil memegang Mic, ternyata tengok kiri kanan tidak ada seorang tim pun yang mendampingi  (karena semua anggota Tim masing-masing sedang menandangani marqy semua)

Pada pertengahan ruqyah metode berdiri, khususnya pada bacaan ayat Kursi lagi-lagi banyak peserta yang menjerit karena kerasukan. Padahal semua tim yang berjumlah 8 orang itu sedang sibuk untuk menangani peserta ruqyah yang kerasukan jin pada sesi pertama.

Karena sudah tidak ada lagi anggota tim yang tersisa, sehingga untuk evakuasi akhirnya minta bantuan peserta Ruqyah Masal untuk meng evakuasi para paserta yang jatuh karena kerasukan pada sesi kedua ini.

Alhamdulillah pukul 22.30 sudah tidak terdengar lagi jeritan dari ruang evakuasi. Semua marqy bermasalah sudah berhasil ditangani oleh Anggota tim dan akhirnya pukul 23.00 ruqyah saya tutup dengan metode  ketiga yaitu membuat air asmaan sebagai perbentengan diri.

Sebagai penutup acara, dibacakan doa oleh salah satu pengasuh pondok Pesantren, lalu selesai ruqyah tim saya kumpulkan untuk evaluasi kegiatan.

Hasil evaluasi sebagai berikut :

  1. Karena banyaknya peserta Ruqyah Masal serta banyaknya yang kesurupan, sehingga mengakibatkan kekurangan personel tim Roqi.
  2. Kurang koordinasi antara tim dan panitia lokal.
  3. Sebagai tindak lanjut, diadakan home visit untuk marqy yang masih terdeteksi gangguan. (di follow up oleh Tim El Paidi dari Pasuruan sesuai dengan data yang sudah ditulis oleh Panitia).

Akhirnya setelah makan2 dan minta doa restu dr pengasuh pondok Pesantren jam 23.30 tim memohon undur diri dengan langkah kusut karena kelelahan seakan bagai habis perang badar. Tapi dengan hati yang luar biasa bersyukurnya karna bisa mengamalkan ilmu ruqyah dan bisa menolong orang lain.

Alhamdulillah Jam 00.30 Dini hari akhirnya seluruh anggota Tim Roiqy sampai rumah.

By : Goes nur al hajr

PP JRA (div. Ruqyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.