Dua Orang Gila Diruqyah Dengan Madu Pahit

Hari ini Team Pelatihan Praktisi Lintas Sumatra menuju Merangin Jambi, dalam perjalanan kami sempat transit sowan di Ponpes Bahrul Ulum asuhan KH. Ahmad Rif’an kab. Muratara Palembang.

Di kesempatan ini Ust. Muhammad Khoirun Najih, salah satu praktisi muratara (Musi Rawa Utara) Palembang menceritakan bahwa pada pelatihan di sarolangun tahun 2017 lalu beliau meruqyah 2 orang gila yang gincangan kejiwaannya sudah sangat parah. Mereka berdua sudah lama tak pernah mengenaian pakaian, bahkan saking akutnya dan dikhawatirkan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, mereka sudah dipasung sehingga tak bisa ke mana-mana. Ustadz khoirun juga menjelaskan asal muasal kegilaannya dulu karena selain stress dan beberapakali diduga pernah mengalami kesurupan.

Oleh ustadz Khoirun, Terapi yang dilakukan adalah meruqyah madu pahit dengan bacaan ruqyah standar & ruqyah ala habib umar yang ada di buku panduan pelatihan Ruqyah Aswaja. Setelah terapi ruqyah sebanyak 2 botol madu pahit perkembangan marqi sudah mau memakai pakaian, berperilaku baik bahkan sudah bisa diajak komunikasi.

Karena gangguan marqi diduga kuat juga berawal dari gangguan psikis, tentu saja tidak secepat meruqyah marqi yang hanya kena gangguan jin. Sebab itu, Untuk saat ini terapi masih terus dilakukan sampai marqi nantinya benar-benar dinyatakan sembuh.

Mohon doa dari pembaca baik dari Praktisi JRA atau masyarakat umum. Mengingat dalam JRA mutlak wajib meyakini bahwa sakit apapun, hanya Allah Swt. lah yang berhak dan mampu menyembuhkan.

Nur Hudan

Muratara, Palembang.

Senin, 14 Januari 2019

4 Replies to “Dua Orang Gila Diruqyah Dengan Madu Pahit”

Leave a Reply

Your email address will not be published.