Lagi, LKP Situbondo ruqyah 1000 santri

Ruqyah 1000 santri madrasah – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTS Salafiyah Syafi’iah Sukorejo melakukan gebrakan baru untuk level madrasah diniah mengakhiri kegiatan Festifal madrasah dengan Ruqyah Massal. Ruqyah yang dihadiri 998 santri, 45 ustadz serta 21 Praktisi JRA Team Laskar Kuda Putih Situbondo bertujuan agar santri MTS bisa lebih sehat dan semangat dalam belajar serta mengaji dan ngabdi di pondok pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo.

Ruqyah massal untuk santri mts merupakan ruqyah massal pertam kali yang dilakukan oleh organisasi siswa terlebih dengan jumlah peserta lebih dari 1000 santri. Pondok Pesantren yang diasuh oleh oleh salah satu Pembina JRA Pusat KHR. Achmad Azaim Ibrahimy, M.Hi sudah sering melaksanakan ruqyah massal sejak JRA dikenalkan disitubondo. Diawal tahun 2018 sukorejo memecahkan rekor dengan Ruqyah 7000 santri yang langsung dipimpin Gus Amak selaku pendiri JRA, menyusul selanjutnya ruqyah-ruqyah diasrama cabang dengan peserta mulai 300 s/d 600 peserta.

Ruqyah sudah seharusnya dilaksanakan dalam ranah pendidikan, sebab penyakit malas, ingin melawan guru sering kali dialama oleh siswa/i yang ada, seringkali siswa tidk kerasan disekolah bukan karena dari diri siswa melainkan ada hal alin yang tidak dapat dinalar secara logika. Mengingat Al-Qur’an sebagai obat pertama dan utama bagai semua makhluk yang sakit untuk segala macam penyakit, maka tidak mustahil jika semua permasalahan kenakalan dan kemalasan siswa akan teratasi dengan barokah Al-Qur’an dan dengan Izin Allah.

Sebagai ummat islam dengan kitab suci yang agun, mari kita senantiasa dekatkan diri dengan Al-Qur’an, termasuk menjadikan Al-Quran sebagai obat. Jika kita sakit maka dahulukanlah berobat dengan al-qur’an sebelum dengan obat lainnya. Dengan Al-Qur’an dan dengan Ridho Allah tidak ada yang tidak mungkin termasuk untuk kesehatan makhluknya. Semoga kita senantiasa terjaga untuk selalu dekat dengan al-qur’an dengan kelak tergolong sebagai Ahlul qur’an … Amiin.

Situbondo, 27 Desember 2018

Moh. Afifuddin az-Zarnuji

Leave a Reply

Your email address will not be published.