Meluruskan Persepsi Salah tentang Ruqyah di Masyarakat

Beberapa Kemusykilan dalam Mengenalkan Ruqyah

1) Alqur’an Obat Pertama dan Utama bagi orang Yang Sakit

Jika orang Muslim sakit harusnya dia BEROBAT DENGAN ALQUR’AN DULU. Baru kalau memang belum disembuhkan Allah SWT maka ia boleh memaksimalkan kesembuhan dengan pergi ke Medis/Dokter/Rumah sakit. Jadi Medis itu pengobatan Alternatif, sedangkan Alqur’an adalah Obat Utama dan pertama bagi orang yang sakit karena Alqur’an mengandung Syifa’ (Obat)

Sementara persepsi masyarakat selama ini terbalik, Al-Qur’an dijadikan obat ke sekian kali. Jadi ketika seseorang menderita penyakit, pertama kali dilakukan adalah berobat ke dokter, bahkan ke luar negeri tidak juga kunjung sembuh, maka larinya baru ke Al-Qur’an, sehingga Al-qur’an hanya dianggap pelarian ketika medis sudah tidak sanggup menyembuhkan. Ini sama saja dengan menomorduakan Al-Qur’an sebagai Mukjizat nabi Muhammad.

Persepsi itu tidak sepenuhnya salah, akan tetapi akan lebih bagus lagi, jika ikhtiar penyembuhan ke dokter itu, disertai lagi dengan berobat dengan Al-Qur’an. Yang demikian itu efeknya akan lebih luar biasa.

Salah satu di antara sekian banyak mukjizat Al Qur’an yang sudah terbukti sejak diturunkannya hingga saat ini adalah bisa menjadi obat penyembuh.

Kemukjizatan Al Qur’an ditegaskan dalam firman Allah SWT:
وننَزِّلُ مِنَ القرآنِ مَا هُوَ شفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ، وَلاَ يَزيْدُ الظالِمِيْنَ إلاَّ خَساراً

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)

Mari sejenak kita kaji ayat di atas.

Tafsir Ayat

Menurut Abu Bakar Al Jazairi, huruf jar min (من) pada ayat di atas berfungsi sebagai penjelas (مبينة) bagi huruf maushul ما, bukan ibtida’ atau zaidah. (Abu Bakar Jabir Al Jazairi, Aisaru Al Tafasir Li Kalam AL ‘Aliyyi Al Kabir. Kairo: Dar Al Hadits, 2006, Juz 2, hal. 249)

Sementara itu, Muhammad Sayyid Thanthawi mengatakan bahwa huruf jar min (من) pada ayat tersebut bukan untuk tab’idh (للتبعيض) atau menunjukkan sebahagian, melainkan al jins (للجنس). Sebagaimana halnya dalam firman Allah SWT:

فاجتنبوا الرجس من الأوثان

Maka makna ayat وننزل من القران… di atas adalah:

وننزل من هذا الجنس الذي هو قرآن ما هو شفاء

Dengan demikian, ayat tersebut menegaskan bahwa semua kandungan Al Qur’an merupakan obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Muhammad Sayyid Thanthawi, Al Tafsir Al Wasit. Kairo: Dar Al Sa’adah, 2007, Jilid 8, hal. 416.)

2) Ruqyah Bukan Kesurupan

Ya, ruqyah bukan kesurupan. jika kita melihat di TV/medsos bahwa ketika di ruqyah “kesurupan” maka itu adalah kesalahan para da’inya dalam penyampaikan dakwah “Alqur’an adalah syifa'”. Sehingga karena ” Cara Dakwah yg salah” menjadikan orang enggan untuk berobat dengan Alqur’an. Sekali lagi saya sampaikan ini adalah kesalahan Roqi (peruqyah)nya, hingga kadang kadang ia bangga ketika ia menangani orang kesurupan seakan akan berkelahi dengan jin, kemudian di upload di medsos seakan akan dia sakti padahal “Alqur’an yang ia bacalah yang bermukjizat…”.

Seharusnya Para Roqi ketika mengani kasus Sihir, Gangguan Jin & Ain secara tertutup, tidak dipublikasikan ke medsos sehingga muncul opini “Ruqyah adalah kesurupan” sehingga orang akan enggan untuk berobat dengan Alqur’an karena takut “kesurupan”.

Sekali lagi, ini adalah kesalahan para Ruqot (Tukang Suwuk) dalam mengenalkan Alqur’an. Dakwahlah yang lembut, santun menyejukkan sebagaimana Ajaran Wali Songo. Jangan mengira Wali Songo tidak bisa Ruqyah, Auliya’ tidak sembrono dalam berdakwah …

Alhamdulillah, Ruqyah Masal yang kami lakukan di Madiun kemarin tidak ada kesurupan, kecuali mereka yang positif terkena gangguan Jin, Sihir atau Ain & merekapun langsung ditangani dengan cepat oleh para praktisi JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) yakni Team KRAMAD (Komunitas Ruqyah Aswaja Madiun) bersama Team KRAN (Komunitas Ruqyah Aswaja Nganjuk).

Semoga Dakwah Ruqyah Aswaja dapat diterima oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyin sebagai media dakwah dan semoga semua praktisi mendapatkan kekuatan dan pertolongan Allah Swt …

Sampaikanlah Walau satu Ayat…!!

by : AAS ( Founder JRA)
edited by : Masrur Aura (Sekjend JRA)

SYAFAKUMULLOH…..

5 Replies to “Meluruskan Persepsi Salah tentang Ruqyah di Masyarakat”

  1. Berdasarkan tulisan ruqyah lain, tidak kesurupan blum tentu tdk ada jin. Jin bersembunyi terutama di aliran darah bila ditekan di bagian tertentu ditubuh oleh raqi terasa sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published.